Jangan Meminta Amal 4 Oktober 2006
Posted by putr4 in Artikel Islami.trackback
Karunia Allah yang besar yang diberikan kepada seorang hamba, dengan menampakkan karunianya itu berwujud makin bertambahnya ketaatan sihamba kepada Allah. Allah pun berkata kepadamu, “Wahai hambaKu, engkau mematuhi dan takwa kepadaKu, maka sekarang Aku akan menganugerahkan pahala untukmu.” Ketika si hamba menyaksikan pemberian Allah yang Maha Mulia itu kepadanya, ia merasa malu, karena karunia Allah itu melebihi apa yang sudah dikerjakannya.Sahal bin Abdullah berkata, “Apabila seorang hamba berbuat kebaikan,” lalu ia berkata: “Engkau jua ya Allah yang memberi karunia, taufiq, dan kemudahan kepadaku,” maka Allah SWT pun memuji si hamba dengan firmanNya, “Wahai hambaKu, engkau telah berbuat taat dan mendekat kepadaKu.” Akan tetapi apabila si hamba tersebut merasa dirinya telah beramal, bukan karena taufiq dari Allah, maka Allah SWT berpaling darinya, seraya berfirman: “Aku (Allah), yang telah memberi engkau taufiq dan memberi kesempatan beramal kepadamu.”Apabila seorang hamba berbuat kejahatan, dia mengatakan, “Engkau ya Allah yang menetapkan, menghukum dan memutuskan.”Allah pun mengingatkan si hamba, “Wahai hambaKu, engkaulah yang bodoh, yang mudah tergelincir kepada kemaksiatan.” Si hamba yang berdosa berucap kepada Allah, “Ya Allah, aku telah menganiaya diriku. Allah menjawab, “Wahai hambaKu, Aku lah yang menetapkan hukum, menutupi kesalahan hamba, dan juga yang mengampuni dosa-dosa manusia.”Manusia dan semua hamba Allah yang beriman dan kufur berada dalam kekuasaan Allah. Hanya Allah jua yang akan melindungi hambaNya atau menghancurkan si hamba. Di samping itu rahmat Allah meliputi semesta alam. Dia Maha Pengasih, Adil dan Maha Bijaksana.[*] die *Mutu Manikan dari Kitab Al Hikam*
Syeikh Ahmad Ataillah
Komentar»
No comments yet — be the first.