jump to navigation

Jangan Meminta Amal 4 Oktober 2006

Posted by putr4 in Artikel Islami.
trackback


Jangan engkau berharapkan balasan atas amal, padahal engkau tidak melakukan apa-apa. Cukuplah kiranya jika Allah memberikan kepadamu sebagai karunia, jika Dia menerima amalmu itu.”Oleh karena yang membalas atas perbuatan hamba yang baik atau yang buruk, maka sepatutnya manusia tidak meminta pahala dari Allah, kalau ia sendiri tidak berbuat amal yang akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya yang berwujud pahala.Pahala itu lahir dari amal, orang yang tidak beramal tidak mungkin mendapat pahala. Lain halnya seorang apanila seorang hamba mendapat anugerah dari Allah, maka bagaimanapun ia akan dikaruniai ganjaran dariNya. Karena karunia Allah itu tak seorang pun yang mengetahui, dan diberikan untuk orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.Syaikh Ahmad Ataillah menerangkan hal ini: “Apabila Allah SWT hendak memberikan karuniaNya kepadamu, Dia akan membuat amal itu menjadi amalmu.”

Karunia Allah yang besar yang diberikan kepada seorang hamba, dengan menampakkan karunianya itu berwujud makin bertambahnya ketaatan sihamba kepada Allah. Allah pun berkata kepadamu, “Wahai hambaKu, engkau mematuhi dan takwa kepadaKu, maka sekarang Aku akan menganugerahkan pahala untukmu.” Ketika si hamba menyaksikan pemberian Allah yang Maha Mulia itu kepadanya, ia merasa malu, karena karunia Allah itu melebihi apa yang sudah dikerjakannya.Sahal bin Abdullah berkata, “Apabila seorang hamba berbuat kebaikan,” lalu ia berkata: “Engkau jua ya Allah yang memberi karunia, taufiq, dan kemudahan kepadaku,” maka Allah SWT pun memuji si hamba dengan firmanNya, “Wahai hambaKu, engkau telah berbuat taat dan mendekat kepadaKu.” Akan tetapi apabila si hamba tersebut merasa dirinya telah beramal, bukan karena taufiq dari Allah, maka Allah SWT berpaling darinya, seraya berfirman: “Aku (Allah), yang telah memberi engkau taufiq dan memberi kesempatan beramal kepadamu.”Apabila seorang hamba berbuat kejahatan, dia mengatakan, “Engkau ya Allah yang menetapkan, menghukum dan memutuskan.”Allah pun mengingatkan si hamba, “Wahai hambaKu, engkaulah yang bodoh, yang mudah tergelincir kepada kemaksiatan.” Si hamba yang berdosa berucap kepada Allah, “Ya Allah, aku telah menganiaya diriku. Allah menjawab, “Wahai hambaKu, Aku lah yang menetapkan hukum, menutupi kesalahan hamba, dan juga yang mengampuni dosa-dosa manusia.”Manusia dan semua hamba Allah yang beriman dan kufur berada dalam kekuasaan Allah. Hanya Allah jua yang akan melindungi hambaNya atau menghancurkan si hamba. Di samping itu rahmat Allah meliputi semesta alam. Dia Maha Pengasih, Adil dan Maha Bijaksana.[*] die *Mutu Manikan dari Kitab Al Hikam*
Syeikh Ahmad Ataillah

Komentar»

No comments yet — be the first.