<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.:Artikel-Artikel:.</title>
	<atom:link href="http://putr4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://putr4.wordpress.com</link>
	<description>&#34; Ditanya Kenapa ? &#34; ....:: heru&#039;s blog ::...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 14:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='putr4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.:Artikel-Artikel:.</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://putr4.wordpress.com/osd.xml" title=".:Artikel-Artikel:." />
	<atom:link rel='hub' href='http://putr4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Singkat Hidup Imam Samudra</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2010/10/23/kisah-singkat-hidup-imam-samudra/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2010/10/23/kisah-singkat-hidup-imam-samudra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 11:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Cengeng dan penakut. Begitu Imam Samudera dikenal keluarganya. Jika menangis, Imam kecil sangat susah sekali berhenti meski sudah ditimang sang ibu. Meski cengeng, Abdul Aziz, begitu nama asli Imam Samudera, sudah terlihat pintar. Di kelasnya, Aziz selalu mendapat juara pertama. Menurut keluarganya, pria yang waktu kecil dipanggil Aziz itu sangat cekatan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=90&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cengeng dan penakut. Begitu Imam Samudera dikenal keluarganya. Jika menangis, Imam kecil sangat susah sekali berhenti meski sudah ditimang sang ibu.</p>
<p><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2010/10/imam_samudra.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-91" title="INDONESIA-ATTACK-DEAD PENALTY-SAMUDERA" src="http://putr4.files.wordpress.com/2010/10/imam_samudra.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<p>Meski cengeng, Abdul Aziz, begitu nama asli Imam Samudera, sudah terlihat pintar. Di kelasnya, Aziz selalu mendapat juara pertama.</p>
<p>Menurut keluarganya, pria yang waktu kecil dipanggil Aziz itu sangat cekatan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan (IPA) dan kerajinan tangan.</p>
<p>Namun, anak ke 8 dari 11 bersaudara itu tidak pandai dalam bidang matematika.<br />
Namun sikap penakut dan cengeng tidak ditemui lagi saat Aziz dewasa. Aziz tumbuh menjadi pria yang keras.</p>
<p>Aziz yang berganti nama menjadi Imam Samudra bahkan mengaku bertanggung jawab pada sejumlah pengeboman di tanah air sejak tahun 2000. Nama Imam Samudra pertama kali muncul dari keterangan tersangka yang diringkus terkait peristiwa bom Natal di Batam dan bom Atrium Senen, Jakarta.</p>
<p>Sebelum kembali ke Indonesia, pria kelahiran Kampung Pelong Gede, Serang, Banten 14 Januari 1970 ini sempat tinggal di Malaysia dan Afghanistan. Di dua negara itulah, Imam belajar soal senjata api dan bom.</p>
<p>Imam Samudra juga dikenal sebagai teroris yang gemar berkomunikasi dengan internet. Bahkan, dia masih berchatting ria dari balik jeruji tahanan.</p>
<p>Dengan bantuan sipir LP Kerobokan Bali, Beni Irawan, tersangka bom Bali yang diketahui merupakan otak pengemboman menyelundupkan komputer jinjing (laptop) ke dalam tahanan. Berdasarkan bukti yang dimiliki polisi, laptop itu dikirim Agung Setiadi alias Salaful Jihad pada 5 Mei 2005.</p>
<p>Beni pun dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena dinilai terbukti menyelundupkan dan memberikan laptop kepada terpidana mati Bom Bali I Imam Samudra.</p>
<p>Sementara Imam Samudra, kembali dijadikan tersangka untuk kasus cyber crime. Polisi mensinyalir, melalui jaringan internet, Imam Samudra menyebarkan propaganda dan pertukaran informasi.</p>
<p>Imam chatting melalui internet relay chat (IRC) di kanal “cafeislam” dan “ahlul sunah”. Perbincangan itu dilakukan sebelum peledakan bom Bali II pada 2005.</p>
<p>Komunikasi melalui internet ini dinilai polisi lebih berbahaya daripada telepon. “Karena lebih mendunia,” kata Kepala Unit V Cyber Crime Direktorat II Bareskrim Polri Kombes Pol Petrus Goloce.</p>
<p>Setelah bom Bali I 12 Oktober 2002 silam, Imam Samudra hampir tak pernah tinggal menetap. Namun perjalanannya berakhir saat dia hendak melarikan diri ke Sumatera.</p>
<p>Imam ditangkap tanpa perlawanan di sebuah bus di Pelabuhan Merak, Jawa Barat, 26 November 2008. Dua hari setelahnya, pria yang saat itu berusia 35 tahun itu dibawa ke Bali untuk menjalani pemeriksaan intensif.</p>
<p>2 Juni 2003, Imam Samudra mulai diadili di ruang sidang Gedung Nari Graha, Renon, Denpasar. Jaksa menuntutnya dengan hukuman mati karena terlibat langsung pengeboman.</p>
<p>Imam Samudra diketahui sebagai orang yang membagi tugas masing-masing orang untuk pengeboman yang diklaim terdasyat setelah peristiwa World Trade Center Amerika Serikat itu.<br />
Dan akhirnya pada 10 September, anak pasangan Titin Embay dan Sihabuddin itu pun divonis mati oleh hakim.</p>
<p>Bersama Amrozi dan Ali Gufron, Imam Samudra dieksekusi mati di Nusakambangan. Ketiga orang ini diputuskan bersalah dan dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 200 orang pada ledakan bom 12 Oktober 2002.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source : http://karodalnet.blogspot.com/2008/11/kisah-singkat-hidup-imam-samudra.html</p>
<p>===============================================================================</p>
<p>&#8220;Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal itu baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu buruk bagi kamu. Dan Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.&#8221;<br />
(Q.S. Al Baqarah: 216)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=90&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2010/10/23/kisah-singkat-hidup-imam-samudra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2010/10/imam_samudra.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA-ATTACK-DEAD PENALTY-SAMUDERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AIRMATA RASULULLAH SAW&#8230;</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2007/02/03/airmata-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2007/02/03/airmata-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2007 08:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2007/02/03/airmata-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221; &#8220;Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=70&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.<span id="more-70"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221; &#8220;Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,&#8221; tutur Fatimah lembut.<br />
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. &#8220;Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,&#8221; kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.</span></p>
<p>Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. &#8220;Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?&#8221; Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. &#8220;Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.</p>
<p>Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,&#8221; kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.</p>
<p>&#8220;Engkau tidak senang mendengar khabar ini?&#8221; Tanya Jibril lagi. &#8220;Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?&#8221; &#8220;Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: &#8216;Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,&#8221; kata Jibril.</p>
<p>Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. &#8220;Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.&#8221;</p>
<p>Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. &#8220;Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?&#8221; Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. &#8220;Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,&#8221; kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. &#8220;Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. &#8220;Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.</p>
<p>Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. &#8220;Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku &#8211; peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.&#8221; Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. &#8220;Ummatii, ummatii, ummatiii?&#8221; &#8211; &#8220;Umatku, umatku, umatku&#8221;<br />
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa baarik wa salim &#8216;alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.<br />
NB:</p>
<p>Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.</p>
</p>
<h3></h3>
<p class="entry-body"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">dari seorang teman,,,</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=70&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2007/02/03/airmata-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Menara Pengawas ke Menara Azan</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/dari-menara-pengawas-ke-menara-azan-2/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/dari-menara-pengawas-ke-menara-azan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 06:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/dari-menara-pengawas-ke-menara-azan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Raphael Narbaez, Jr .Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=68&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><font face="Times New Roman">Raphael Narbaez, Jr</font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">.<em><span style="color:#0000af;"></span></em></font><em><font face="Times New Roman"><span style="color:#0000af;">Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (QS 24:43)<span id="more-68"></span></span></font></em><font face="Times New Roman"><em>Raphael berusia empat puluh dua tahun. Dia berdarah Latin. Pekerjaannya adalah menjadi seorang pelawak dan dosen di </em><br />
<em>Los Angeles</em><em>. Dia dilahirkan di Texas, di sanalah dia menghadiri pertemuan Saksi Yehovanya yang pertama pada usia enam tahun, memberikan ceramah Injilnya yang pertama pada usia delapan tahun, mengurus jemaatnya sendiri pada usia dua puluh tahun, dan dicalonkan untuk posisi kepemimpinan di antaran 904.000 anggota Saksi Yehova di Amerika Serikat</em>.</font><a name="r2" title="r2"></a><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#2#2"><sup><font face="Times New Roman">2</font></sup></a><font face="Times New Roman"> Tetapi dia menukar Injilnya dengan Al-Quran setelah memberanikan diri mengunjungi masjid setempat.</font><font face="Times New Roman"><em>Pada 1 November 1991, dia memeluk agama Islam, membawa kepada masyarakat Muslim sistem organisasi dan keahlian berbicara yang dikembangkannya di kalangan Saksi Yehova. Dia berbicara dengan keterbatasan sebagai seorang muallaf, tetapi dia adalah orang yang dapat membuat para imigran Muslim menertawakan diri mereka sendiri.</em></font><font face="Times New Roman"><em>Dia menuturkan kisahnya dengan menirukan gaya beberapa karakter.</em></font>
</p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Suatu hari saya dengan beberapa pengikut Saksi Yehova berdiskusi di ruang tamu orang-tua saya. Kami membicarakan tentang Hari Akhir. &#8220;Itu Armageddon!</font><a name="r*" title="r*"></a><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#*)#*)"><sup><font face="Times New Roman">*)</font></sup></a><font face="Times New Roman"> Akhir kehidupan! Kristus datang! Dan Anda tahu hujan es sebesar mobil akan tiba! Tuhan akan menggunakan apa saja untuk menghancurkan sistem yang jahat ini dan menghapuskan pemerintahan! Dan Injil berkisah tentang retakan-retakan bumi! Yang akan menelan seluruh kompleks perkotaan!&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya ketakutan setengah mati! Kemudian ibu saya menimpali, &#8220;Kamu tahu apa yang akan terjadi padamu jika kamu tidak dibaptis, dan jika kamu tidak melaksanakan perintah Tuhan? Bumi akan menelanmu, atau salah satu batu es yang besar itu akan menghantam kepalamu [<em>klong</em>], merobohkanmu, dan kamu tidak pernah hidup lagi. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya harus melahirkan anak yang lain.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya tidak ingin mengambil risiko dihantam salah satu batu es yang besar itu. Maka saya pun dibaptis. Saksi Yehova tidak membaptis dengan percikan air. Mereka menenggelamkan seluruh tubuh Anda, membiarkan Anda di<br />
sana sebentar, kemudian mengangkat Anda kembali.</font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya dibaptis pada usia tiga belas tahun, tanggal 7 September 1963.<br />
Tempatnya di Pasadena, California, di Rose Bowl. Acara itu merupakan pertemuan internasional yang besar. Dihadiri 100.000 orang.</font><a name="r3" title="r3"></a><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#3#3"><sup><font face="Times New Roman">3</font></sup></a><font face="Times New Roman"> Kami datang dengan mengendarai mobil dari<br />
Lubbock, Texas.</font><font face="Times New Roman">Akhirnya saya mulai memberikan ceramah yang agak besar sepuluh menit di hadapan para jemaat. Dan seorang utusan keliling</font><a name="r4" title="r4"></a><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#4#4"><sup><font face="Times New Roman">4</font></sup></a><font face="Times New Roman"> menganjurkan saya untuk memberikan ceramah satu jam yang dilaksanakan pada hari Minggu, di mana mereka mengundang masyarakat umum. Ceramah itu biasanya diberikan kepada anggota jemaat yang lebih tua.</font><font face="Times New Roman">[<em>Dengan suara berwibawa</em>:] &#8220;Memang dia masih muda. Tetapi dia dapat menangani hal ini. Dia seorang bocah Kristen yang baik. Dia tidak mempunyai sifat buruk, dan dia patuh pada orang tuanya dan tampaknya dia mempunyai pengetahuan yang baik tentang Injil.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Maka pada usia enam belas tahun saya mulai memberikan ceramah di hadapan seluruh anggota jemaat. Terlebih dahulu saya ditugaskan menangani sebuah kelompok<br />
di Sweetwater, Texas, kemudian akhirnya<br />
di Brownfield, Texas. Pada usia dua puluh tahun, saya telah menjadi apa yang mereka sebut sebagai pendeta pemula.</font>
</p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saksi Yehova mempunyai program latihan yang sangat canggih, dan mereka juga mempunyai semacam sistem kuota. Anda harus mempersembahkan sepuluh sampai dua belas jam sebulan untuk melakukan ceramah dari pintu ke pintu. Seperti manajemen penjualan. IBM mungkin tidak sehebat itu.</font><font face="Times New Roman">Ketika menjadi pendeta pemula, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk melakukan khutbah dari rumah ke rumah. Saya harus melakukannya sebanyak 100 jam sebulan, dan saya harus menguasai tujuh Injil. Saya mulai mengajar jemaat yang lain. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya mulai mendapat banyak tanggung jawab. Saya kemudian diterima di sebuah sekolah di<br />
Brooklyn,<br />
New York, sebuah sekolah Saksi Yehova yang sangat elit untuk <em>creme de la creme</em>.</font><font face="Times New Roman">Banyak hal yang tidak lagi masuk akal bagi saya. Contohnya, sistem kuota. Tampaknya setiap kali saya ingin melewati masa krisis dan mendapatkan posisi pertanggungjawaban yang lain, saya harus melakukan hal-hal sekular duniawi untuk membuktikan kesalehan saya. Sepertinya jika Anda memenuhi kuota Anda bulan ini, Tuhan menyayangi Anda. Jika Anda tidak memenuhi kuota Anda bulan depan, Tuhan tidak mencintai Anda. Hal itu sangat tidak masuk akal. Bulan ini Tuhan mencintai Anda dan bulan yang lain Dia tidak mencintai Anda?</font><font face="Times New Roman">Hal lain yang mulai saya perhatikan adalah tentang ramalan hari akhir. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Hanya Saksi Yehova yang akan diselamatkan menurut aturan Tuhan yang baru, orang lain tidak, karena mereka semua mempraktekkan agama yang salah. Nah, saya pikir, Ibu Theresa adalah seorang Katolik. Katolik adalah musuh kami yang mengerikan. Lalu saya berkata, Tunggu dulu, Ibu Theresa telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan Jesus: rawatlah orang miskin, orang yang sakit, anak yatim. Apakah dia tidak akan mendapat pertolongan Tuhan karena dia seorang Katolik?</font><font face="Times New Roman">Kami mengkritik Gereja Katolik karena mereka harus membuat pengakuan dosa kepada seorang manusia, seorang pendeta. Kami katakan, &#8220;Anda tidak perlu mendatangi seorang manusia untuk mengakui dosa-dosa Anda! Anda berdoa kepada Tuhan!&#8221; Tetapi kami sendiri mendatangi Jasad Para Pendahulu. Jadi di Saksi Yehova Anda mengakui dosa kepada mereka, lalu mereka menghubungi Anda dan berkata [<br />
<em>Para</em><em> Pendahulu itu berlaku seperti operator telepon</em>:] &#8220;Tunggu sebentar&#8230; Bagaimana menurutmu, Tuhan? Tidak?&#8230; baiklah, maaf, kami telah berusaha sebaik mungkin tetapi tampaknya Anda belum betul-betul bertobat. Dosa Anda terlalu besar, maka Anda akan dikeluarkan dari keanggotaan gereja atau Anda harus mengikuti masa percobaan.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Jika dosa itu terhadap Tuhan, tidakkah seharusnya saya langsung menghadap Tuhan untuk memohon ampunan?</font><font face="Times New Roman">Mungkin yang mempercepat kelunturan kepercayaan saya adalah setelah saya memperhatikan bahwa mereka kurang membaca Injilnya. Saksi Yehova mempunyai buku-buku tentang segala sesuatu yang diterbitkan oleh </font><a href="http://www.watchtower.org/"><font face="Times New Roman">Watchtower Bible and Tract Society</font></a><font face="Times New Roman">.</font><a name="r5" title="r5"></a><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#5#5"><sup><font face="Times New Roman">5</font></sup></a><font face="Times New Roman"> Satu-satunya orang di seluruh dunia yang mengetahui bagaimana terjemahan Kitab Injil yang benar adalah sekelompok orang dalam sebuah komite yang berkedudukan di<br />
Brooklyn. Merekalah yang memberitahu Saksi Yehova di seluruh dunia cara berpakaian, cara berjalan, apa yang harus dikatakan, apa yang tidak boleh dikatakan, bagaimana mengaplikasikan Kitab Suci, dan akan menjadi seperti apa dunia ini nantinya. </font>
</p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Tuhan mengajarkan pada mereka, dan mereka mengajarkannya pada kami. Saya menghormati buku-buku itu. Tetapi jika Injil adalah sebuah buku petunjuk dari Tuhan, bukankah kami seharusnya mencari jawaban dari Injil tersebut? Paul sendiri berkata carilah bagi dirimu sendiri mana kata-kata Tuhan yang benar dan dapat diterima. Jangan biarkan orang menggelitik telingamu.</font><font face="Times New Roman">Saya mulai berkata, &#8220;Jangan terlalu khawatir pada apa yang dikatakan oleh Watchtower &#8211;bacalah sendiri Injil.&#8221; Telinga-telinga mulai terpasang.</font><font face="Times New Roman">Bahkan ayah saya berkata, &#8220;Sebaiknya engkau berhati-hati, anak muda. Yang bicara itu iblis. Dia berusaha untuk masuk dan memecah belah.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya bilang, &#8220;Ayah, itu bukan iblis. Orang-orang tidak perlu membaca buku-buku lain sebanyak ini. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Mereka dapat menemukan jawabannya dengan berdoa dan membaca Injil.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Secara spiritual saya tidak lagi merasa nyaman. Maka pada 1979, setelah cukup yakin, saya pergi, dengan rasa tidak puas dan dengan rasa yang tidak enak di mulut, sebab selama hidup saya telah mencurahkan jiwa saya, hati saya, pikiran saya untuk gereja. Itulah masalahnya. Saya tidak menyalahkan Tuhan. Saya menimpakan kesalahan itu pada organisasi buatan manusia.</font><font face="Times New Roman">Saya tidak dapat berpindah ke agama lain. Sebagai seorang Saksi Yehova, saya telah dilatih, melalui Kitab Suci, untuk melihat bahwa mereka semua salah. Pemujaan terhadap berhala itu buruk. Trinitas itu tidak ada.</font><font face="Times New Roman">Saya seperti orang tanpa agama. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya bukan orang tanpa Tuhan. Tetapi kemana saya bisa pergi?</font><font face="Times New Roman">Pada 1985, saya memutuskan untuk datang ke<br />
Los Angeles dan mengikuti pertunjukan Johnny Carson dan memulai debut saya sebagai seorang pelawak dan aktor besar. Saya selalu merasa bahwa saya dilahirkan untuk menjadi sesuatu. Saya tidak tahu apakah saya akan menjadi penemu obat untuk kanker atau menjadi aktor. Saya selalu berdoa dan menjadi putus asa untuk sementara waktu.</font><font face="Times New Roman">Lalu saya pergi ke Gereja Katolik di dekat rumah saya. Saya mencobanya. Saya ingat pada Rabu Ketujuh (sebelum Paskah), mereka menyilangkan abu di dahi saya. Saya mencoba segala sesuatu yang dapat saya lakukan. Saya mengikutinya selama dua atau tiga bulan, dan saya tidak dapat mengikutinya. Ritualnya hanyalah:</font><font face="Times New Roman">Berdiri.</font><font face="Times New Roman">Duduk.</font><font face="Times New Roman">Berdiri.</font><font face="Times New Roman">Duduk.</font><font face="Times New Roman">Baik, julurkan lidah kalian keluar.</font><font face="Times New Roman">Anda mendapatkan berbagai latihan. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya kira saya kehilangan berat badan saya<br />
lima pon. Tetapi begitulah. Jadi waktu itu saya lebih sesat dari sebelumnya.</font><font face="Times New Roman">Tetapi tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa tidak ada Sang Pencipta. Saya mempunyai nomor telpon-Nya, tetapi salurannya selalu sibuk.</font><font face="Times New Roman">Saya membuat film kecil-kecilan. Sebuah film yang berjudul <em>Deadly Intent</em>. Iklan telepon di Chicago. Iklan Exxon. Beberapa iklan bank. Sementara itu saya melakukan pekerjaan konstruksi sebagai sambilan.</font><font face="Times New Roman">Kami bekerja di komplek pertokoan. Saat itu musim liburan, dan mereka mendirikan stand-stand tambahan di jalan masuk. Setiap stand dijaga oleh seorang wanita. Kami harus lewat di depannya. Saya menyapa salah seorang dari mereka, &#8220;Selamat pagi, bagaimana kabar Anda?&#8221; Dia diam saja, kalaupun dia mengatakan sesuatu, itu hanyalah &#8220;Hai.&#8221; Hanya itu.</font><font face="Times New Roman">Akhirnya saya berkata, &#8216;Nona, Anda tidak pernah mengatakan sesuatu. Saya minta maaf jika yang saya ucapkan menyinggung perasaan Anda.&#8217;</font><font face="Times New Roman">Dia berkata, &#8220;Tidak apa-apa, saya seorang Muslim.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Anda apa?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Saya seorang Muslim, dan wanita Muslimah tidak berbicara dengan lelaki kecuali kalau ada hal penting yang harus disampaikan.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ohhh. Muslim.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Dia berkata, &#8220;Ya, kami menjalankan ajaran agama Islam.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Islam-bagaimana Anda mengejanya?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;I-s-l-a-m.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saat itu, yang saya ketahui hanyalah bahwa semua orang Muslim adalah teroris. Tetapi dia tidak berjenggot. Bagaimana mungkin dia seorang Muslim?</font><font face="Times New Roman">&#8220;Bagaimana asal agama Ini?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Dimulai dengan seorang nabi.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Seorang nabi?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Muhammad.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya memulai menyelidiki. Saya belum ada niat untuk menjadi seorang Muslim.</font><font face="Times New Roman">Liburan berlalu. Stand-stand itu dipindahkan. Dia pun pergi.</font><font face="Times New Roman">Saya terus berdoa, dan bertanya mengapa doa-doa saya tidak dikabulkan. Pada November 1991, saya membawa paman saya Rockie pulang dari rumah sakit. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya mengosongkan lacinya untuk mengepak barang-barangnya. Di<br />
sana saya temukan sebuah Injil Gideon. Saya berkata, Tuhan telah menjawab doa saya. Kitab Injil Gideon. (Tentu saja, mereka meletakkannya di setiap ruangan hotel.) Ini adalah pertanda dari Tuhan bahwa Dia siap mengajar saya.</font><font face="Times New Roman">Jadi saya curi Injil itu.</font><font face="Times New Roman">Saya pulang dan berdoa: Oh Tuhan, bimbing saya untuk menjadi seorang Kristen. Jangan ajarkan jalannya Saksi Yehova pada saya. Jangan ajarkan jalannya orang Katolik pada saya. Ajarkan saya jalan-Mu! Engkau tidak menciptakan Injil ini begitu sulit sehingga orang awam yang bersungguh-sungguh dalam doanya tidak dapat memahaminya.</font><font face="Times New Roman">Saya menamatkan Kitab Perjanjian Baru. Saya mulai membaca Perjanjian Lama. Akhirnya ada suatu bagian dalam Injil itu yang membicarakan tentang nabi-nabi.</font><font face="Times New Roman">Saya bilang, Sebentar, wanita Muslimah itu berkata dia mempunyai seorang nabi. Bagaimana mungkin dia tidak disebutkan di sini?</font><font face="Times New Roman">Saya mulai berpikir, kaum Muslimin &#8211;jumlahnya satu milyar di dunia. Bung, secara teori satu dari setiap<br />
lima orang di jalanan mungkin seorang Muslim. Dan saya berpikir: Satu milyar orang! Hei, setan memang hebat. Tetapi dia tidak sehebat itu.</font><font face="Times New Roman">Kemudian saya berkata, saya akan membaca kitab mereka, Al-Quran, dan saya akan melihat rangkaian kebohongan macam apakah itu. Mungkin di situ termuat gambaran bagaimana cara membongkar AK-47. Lalu saya pergi ke toko buku bahasa Arab.</font><font face="Times New Roman">Mereka bertanya, &#8220;Apa yang dapat saya bantu?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Saya mencari sebuah Al-Quran.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Baik, kami memiliki beberapa jenis.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Mereka mempunyai edisi yang bagus &#8211;harganya tiga puluh, empat puluh dolar.</font><font face="Times New Roman">&#8220;Saya hanya ingin membacanya, saya tidak ingin menjadi pengikutnya.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Baik, kami mempunyai edisi bersampul tipis yang kecil, harganya<br />
lima dolar.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya pulang ke rumah, dan mulai membaca Al-Quran dari awal, dari<br />
surat Al-Fatihah. Dan saya tidak dapat melepaskan mata saya darinya.</font>
</p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Hei, lihat. Kitab ini membicarakan tentang Nuh. Dalam Injil juga ada Nuh. Hei, ini juga membicarakan Luth dan Ibrahim. Saya tidak dapat mempercayainya. Saya tidak pernah mengetahui bahwa nama Setan adalah Iblis.</font><font face="Times New Roman">Ketika Anda mendapat gambar di pesawat televisi dan tampaknya ada sedikit gangguan, lalu Anda memencet tombol [<em>klop</em>] &#8211;tersetel bagus. Itulah yang sebenarnya terjadi dengan Al-Quran.</font><font face="Times New Roman">Saya menyelesaikan seluruh isi Al-Quran. Lalu saya berkata, Baik, saya telah melakukan hal ini, sekarang apa yang selanjutnya harus saya lakukan? Nah, saya harus pergi ke tempat pertemuan mereka. Saya melihat halaman kuning, dan akhirnya saya menemukan berita ini: Pusat Islam California Selatan, di Vermont. Saya menelpon dan mereka berkata, &#8220;Datanglah pada hari Jumat.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Sekarang saya benar-benar gelisah, sebab sekarang saya tahu bahwa saya akan berhadapan dengan Habib dan AK-47nya.</font><font face="Times New Roman">Saya ingin orang-orang mengetahui bagaimana rasanya bagi seorang Kristen Amerika memeluk agama Islam. Saya bergurau masalah AK-47, tetapi saya tidak tahu apakah mereka menyimpan pisau belati di balik jubah mereka. Jadi saya masuk, dan benar sekali, di sana ada seorang rekan yang tingginya enam koma tiga kaki, beratnya 240 pound, berjenggot dan lain-lain, dan saya hanya terpesona.</font><font face="Times New Roman">Saya berjalan dan berkata, &#8220;Permisi, tuan.&#8221;</font><font face="Times New Roman">[<em>Dengan aksen bahasa Arab</em>:] &#8220;Balik ke belakang!&#8221;</font><font face="Times New Roman">Dia mengira saya telah menjadi anggota.</font><font face="Times New Roman">Saya berkata, &#8220;Ya tuan, ya tuan&#8221; [<em>tanpa perlawanan</em>].</font><font face="Times New Roman">Saya tidak tahu untuk apa saya kembali ke belakang, tetapi saya kembali ke belakang. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Mereka telah mendirikan tenda dan menggelar permadani. Saya menunggu di<br />
sana, dengan malu-malu, dan orang-orang duduk mendengarkan ceramah. Dan orang-orang berkata, &#8220;Silakan saudara, duduklah.&#8221; Saya menjawab, &#8220;Tidak, terimakasih, tidak, terimakasih, saya hanya berkunjung.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Akhirnya ceramah itu selesai. Mereka semua berbaris untuk melakukan shalat. Saya sungguh terperanjat.</font><font face="Times New Roman">Peristiwa itu mempengaruhi saya secara intelektual, dalam otot saya, dalam tulang saya, dalam hati saya dan dalam jiwa saya.</font><font face="Times New Roman">Kemudian shalat telah usai. Saya berkata, &#8220;hei, siapa yang akan memperkenalkan saya?&#8221; Lalu saya mulai bercampur dengan mereka seolah-olah saya salah satu dari mereka, dan saya berjalan kedalam masjid dan seorang rekan menyapa, &#8220;Assalaamu alaikum &#8220;. Saya berpikir, &#8220;Apakah dia mengatakan &#8220;<em>salt and bacon</em>&#8220;?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Assalaamu alaikum.&#8221;</font><font face="Times New Roman"><br />
Ada orang lain yang mengatakan &#8220;<em>salt and bacon</em>&#8221; lagi kepada saya.</font><font face="Times New Roman">Saya tidak tahu apa yang mereka katakan, tetapi mereka semua tersenyum.</font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Sebelum salah satu orang-orang itu mengetahui bahwa saya tidak semestinya ada di<br />
sana dan membawa saya ke kamar penyiksaan, atau memenggal kepala saya, saya ingin melihat sebanyak mungkin. Akhirnya saya masuk ke perpustakaan, dan di<br />
sana ada seorang rekan dari Mesir yang masih muda; namanya Omar. Tuhan mengutusnya kepada saya.</font><font face="Times New Roman">Omar menghampiri saya, dan dia berkata, &#8220;Maaf. Apa ini kunjungan Anda yang pertama ke sini?&#8221; Aksennya kental sekali.</font><font face="Times New Roman">Saya menjawab, Ya.</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ohh, bagus sekali. Anda seorang Muslim?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Bukan, saya baru membaca sedikit.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Oh, Anda sedang belajar? Ini kunjungan pertama Anda ke masjid?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ya.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Mari, saya bawa Anda berkeliling.&#8221; Lalu dia menggandeng tangan saya, dan saya berjalan dengan orang asing-bergandengan tangan. Saya berkata, orang-orang Muslim ini begitu ramah.</font><font face="Times New Roman">Lalu dia mengajak saya berkeliling. &#8220;Pertama-tama, itu ruangan shalat kami, dan Anda harus membuka sepatu Anda di sini.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Apa ini?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ini kotak-kotak kecil. Di situlah Anda menyimpan sepatu Anda.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Mengapa?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Karena Anda mendekati daerah shalat, dan tempat ini sangat suci. Anda tidak boleh masuk ke<br />
sana dengan memakai sepatu; ruangan ini dijaga agar benar-benar bersih.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Kemudian dia membawa saya ke toilet untuk lelaki.</font><font face="Times New Roman">&#8220;Di situ kami mengambil wudhu.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;<em>Voodoo</em>! Saya tidak membaca apa pun tentang <em>voodoo</em>!&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Bukan, bukan <em>voodoo</em>. Wudhu!&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Baiklah, karena saya pernah melihat <em>voodoo</em> itu dengan boneka dan jarum, saya belum siap dengan komitmen semacam itu.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Dia berkata, &#8220;Bukan itu, wudhu untuk mensucikan diri kami.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Mengapa Anda melakukan itu?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ketika Anda berdoa kepada Tuhan, Anda harus suci, maka kami membasuh tangan dan kaki kami.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Jadi saya mempelajari semua hal itu. Dia membiarkan saya pergi, dan berkata, &#8220;Silakan datang lagi nanti.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya kembali dan meminta kepada penjaga perpustakaan sebuah pedoman shalat, lalu saya pulang dan mempraktekkannya. Saya merasa kalau saya berusaha untuk melakukannya dengan benar, Tuhan pasti akan menerimanya. </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya melanjutkan membaca dan mengunjungi masjid.</font><font face="Times New Roman">Saya ada janji pergi berkunjung ke<br />
Midwest untuk pentas komedi. Saya membawa sajadah saya. Saya tahu bahwa saya diperintahkan untuk melakukan shalat pada waktu-waktu tertentu, tetapi ada tempat-tempat tertentu di mana Anda tidak diperbolehkan melakukan shalat, salah satunya di kamar mandi. Saya pergi ke ruang pria di terminal, menggelar sajadah, lalu melakukan shalat.</font><font face="Times New Roman">Saya kembali, dan ketika bulan Ramadhan telah usai, saya mulai mendapat panggilan dari beberapa daerah negara ini untuk datang dan memberikan ceramah sebagai mantan pendeta Saksi Yehova yang memeluk agama Islam. Orang mendapati saya sebagai sosok yang baru.</font><font face="Times New Roman">[<em>Dua orang pendatang bercakap-cakap</em>:]</font><font face="Times New Roman">&#8220;Orang ini lelaki Amerika yang jantan. Dia dahulu seorang Saksi Yehova.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Orang-orang yang datang pagi hari?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ya, mereka.&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Yang tidak pernah membiarkan kita tidur di hari Minggu?&#8221;</font><font face="Times New Roman">&#8220;Ya, dia salah satu dari mereka. Sekarang dia salah satu dari kita.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Akhirnya seseorang mendatangi saya dan berkata [<em>Dengan aksen </em><br />
<em>Pakistan</em>], &#8220;Oh, saudaraku, bicaramu sungguh bagus. Tetapi Anda tahu, dalam aliran Syafi&#8217;i&#8211;&#8221;</font><font face="Times New Roman">Saya hanya menoleh kepadanya dan berkata, &#8220;Wah, saudaraku, maaf, saya sebenarnya ingin memahami hal itu, tetapi saya tidak tahu apa-apa tentang Islam kecuali yang terdapat dalam Al-Quran dan sunnah.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Beberapa di antara mereka terperanjat dan berkata, &#8220;Ha-ha! Kasihan sekali. Dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya mengetahui Al-Quran.&#8221;</font><font face="Times New Roman">Hanya itu yang semestinya saya ketahui. Dan itu merupakan perlindungan yang menyenangkan. Saya pikir segala sesuatu ada di tangan Tuhan.</font><font face="Times New Roman">Raphael menunaikan ibadah haji pada 1993.</font></p>
<h3 align="left"><font face="Times New Roman">Catatan kaki:</font></h3>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#r2#r2"><font face="Times New Roman">2</font></a><font face="Times New Roman"> Dilaporkan terdapat 4,5 milyar pengikut Saksi Yehova di seluruh dunia.</font><a name="*)" title="*)"></a></p>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#r*#r*"><font face="Times New Roman">*)</font></a><font face="Times New Roman"> Kisah dalam injil tentang pertempuran terakhir yang terjadi antara pihak yang baik dan yang jahat, yang diramalkan akan terjadi pada akhir kehidupan&#8211;penerj.</font><a name="3" title="3"></a></p>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#r3#r3"><font face="Times New Roman">3</font></a><font face="Times New Roman"> 118.447 orang menghadiri diskusi umum; 2.496 orang dibaptis.</font><a name="4" title="4"></a></p>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#r4#r4"><font face="Times New Roman">4</font></a><font face="Times New Roman"> Semacam pendeta yang bertugas keliling.</font><a name="5" title="5"></a></p>
<p><a href="http://media.isnet.org/islam/AS/Menara.html#r5#r5"><font face="Times New Roman">5</font></a><font face="Times New Roman"> Bagian penerbitan organisasi tersebut. The Watchtower, majalah dua bulanan, mungkin merupakan majalah agama yang mempunyai oplah tertinggi yaitu 16.400.100, dan dicetak dalam 112 bahasa.</font><font face="Times New Roman"> </font>
</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=68&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/dari-menara-pengawas-ke-menara-azan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebohongan Media Barat (USA)</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/kebohongan-media-barat-usa/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/kebohongan-media-barat-usa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 06:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/kebohongan-media-barat-usa/</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Dosa-Dosa Media Amerika-Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat Penulis : Jerry D. Gray Pengantar : Effendi Ghazali dan Arief Suditomo Penerbit : Ufuk Press Cetakan : Pertama, Juni 2006 Jumlah Halaman : 251 Halaman MEDIA massa adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia. Melaluinya, kita mengetahui beragam peristiwa di seantero jagat. Namun sayangnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=66&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Judul Buku :<br />
Dosa-Dosa Media Amerika-Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat<br />
Penulis : Jerry D. Gray<br />
Pengantar :<br />
Effendi Ghazali dan Arief Suditomo<br />
Penerbit : Ufuk Press<br />
Cetakan : Pertama, Juni 2006<br />
Jumlah Halaman : 251 Halaman<em><span style="font-family:Tahoma;"> MEDIA </span></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">massa</span><span> adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia. Melaluinya, kita mengetahui beragam peristiwa di seantero jagat. <span id="more-66"></span></span></p>
<p><span>Namun sayangnya, tidak semua media yang hadir layak menyandang beritanya dapat dipercaya. Sebagian di dominasi kepentingan atau pihak tertentu hingga laporan yang disajikan tidak lagi<em> </em></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">berimbang. </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kasus Irak contohnya, negeri 1001 malam ini tidak memiliki senjata pemusnah massal. Namun dengan bantuan media korporat Amerika, Bush membohongi publik agar percaya pada kabar tersebut. Kampanye kotor terhadap Saddam Husein begitu luar biasa, bahkan sekiranya kita bisa membersihkan Saddam dari setiap tuduhan, dunia tetap membenci dan memandangnya sebagai menusia jahat. Itu semua berkata propaganda media. Bahkan, jurnalisme Tragedi 9/11 pun memiliki banyak kejanggalan dan ditengarai hasil rekayasa Amerika sendiri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Fakta-fakta yang diungkap dalam peristiwa hancurnya WTC ini adalah: <em><span style="font-family:Tahoma;">Pertama</span></em>, selama 14 bulan, Bush tidak mengizinkan penyelidikan kejadian yang mengarah pada serangan 9/11. <em><span style="font-family:Tahoma;">Kedua</span></em>, setahun kemudian, akibat desakan dari keluarga korban, akhirnya Bush merestui pembentukan Komisi 9/11. <em><span style="font-family:Tahoma;">Ketiga</span></em>, pemerintahan Bush hanya memberikan dana 3 juta dolar AS kepada Komisi 9/11 guna menyelesaikan investigasi yang sangat luas. Sementara komisi yang menginvestigasi jatuhnya pesawat luar angkasa<br />
</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Columbia</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">, memperoleh dana 50 juta dolar AS. <em><span style="font-family:Tahoma;">Keempat</span></em>, Bush melakukan segala cara untuk menjegal dan memperlambat investigasi. Demikian pula kasus penyiksaan tahanan di Abu Gharaib dan<br />
</span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Guantanamo</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">, distorsi fakta penyakit dan obat-obatan atau produk yang membahayakan kesehatan dan masih banyak lagi. Bahkan ada pula peristiwa yang sebenarnya penting, tetapi diacuhkan sama sekali. Singkatnya, sekarang dunia penuh dengan kebohongan dan muslihat pemimpin Barat yang didukung media korporat.Dusta dan muslihat inilah yang oleh Jerry D. Gray ditunjukkan dalam buku ini. Informasi yang ia sajikan sebagian besar disarikan dari internet dan bisa dengan mudah diverifikasi. Pembaca bisa menelusuri dan mengetahui semua kebohongan dan tipuan media televisi serta sebab dan akibatnya.Lewat riset pribadi yang mendalam dan meyakinkan, mantan US Air Force dan wartawan Metro TV dan CNBC Asia ini, menemukan banyak fakta mengenai media televisi korporat (khususnya di AS). Peristiwa-peristiwa dunia yang kerap kita saksikan lewat berita televisi telah dipelintir, penuh kebohongan, dan tipuan. Media Korporat AS telah mengalami pergeseran dari sarana yang melaporkan berita aktual menjadi mesin propaganda yang setia mendukung pemerintah AS, terlepas keliru maupun benar.Dalam kondisi seperti ini, jurnalis sejati yang senantiasa menyampaikan kebenaran, seolah menjadi makhluk langka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pers objektif dan tidak berat sebelah pun seakan mati suri. Padahal, tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang akurat dan terandalkan.Membaca buku ini, kita bisa melihat bahwa berita televisi dan organisasi media Barat telah melanggar prinsip-prinsip Jurnalistik. Tak layak predikat jurnalis mereka sandang. (Lufti Wiranatakusumah, mahasiswa Politeknik Padjadjaran Bandung)***</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sumber lain :</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&amp;bkp=U01JDGR01">http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&amp;bkp=U01JDGR01</a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/12/kampus/resensi.htm">http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/12/kampus/resensi.htm</a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://www.bukukita.com/reviewbuku.php?idBook=623&amp;PHPSESSID=49d28c9a5e1f3e3369bc31abaa1b2839">http://www.bukukita.com/reviewbuku.php?idBook=623&amp;PHPSESSID=49d28c9a5e1f3e3369bc31abaa1b2839</a></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=66&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/11/02/kebohongan-media-barat-usa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Fatimah gemparkan kota Bagdad</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/10/12/surat-fatimah-gemparkan-kota-bag/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/10/12/surat-fatimah-gemparkan-kota-bag/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2006 10:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2006/10/12/surat-fatimah-gemparkan-kota-bag/</guid>
		<description><![CDATA[Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri. Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=65&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/images6.jpg" title="images6.jpg"><img border="0" src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/images6.jpg?w=500&#038;h=85" height="85" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 0 0;" /></a><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:verdana;">Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:verdana;">Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu Gharib, </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> ini tersebar dan menghebohkan </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">kota</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Baghdad</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> , mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Iraq</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> .  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> <span id="more-65"></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> tersebut.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Bismillahirrahmanir rahiim.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">*Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.* [Qur*an, </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> 112 *al-Ikhlas*]  </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saya menulis </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang dapat kukatakan padamu?  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini  kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan kami. Biarkan (jangan serang)  tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang. Saat </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya*  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah.  Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami*  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Waa Mu*tasimah!.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Surat</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir.  </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Hatta mataa haadza s-sukuut !!</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi..</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Entah berapa lagi akan segera menyusul</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Kemaren, hari ini dan besok</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Begitu seterusnya..</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Ya Rabb nasyku ilaika da&#8217;fa quwwatina</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Wa qillata hiilatina</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Allahumma n-shurna nashran adziima</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Allahuma &#8216;alaika bil haaula l-kuffar</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;">Allahuma &#8216;alaika biman adzaa l-muslimin.</span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"></span><font color="#000000"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">catatan:</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></font><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><font color="#000000">sebarkan agar semuanya bisa mengetahui keadaan ini.</font></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><font color="#000000"> </font></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><font color="#000000">Wajazaakallahu khairan.</font></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><font color="#000000"> </font></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:maroon;font-family:Verdana;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=65&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/10/12/surat-fatimah-gemparkan-kota-bag/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/images6.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Meminta Amal</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/jangan-meminta-amal/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/jangan-meminta-amal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 10:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/jangan-meminta-amal/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan engkau berharapkan balasan atas amal, padahal engkau tidak melakukan apa-apa. Cukuplah kiranya jika Allah memberikan kepadamu sebagai karunia, jika Dia menerima amalmu itu.”Oleh karena yang membalas atas perbuatan hamba yang baik atau yang buruk, maka sepatutnya manusia tidak meminta pahala dari Allah, kalau ia sendiri tidak berbuat amal yang akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=60&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/images.thumbnail.jpg"><br />
<img border="0" src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/images.thumbnail.jpg?w=500&#038;h=85" height="85" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 0 0;" /><span style="font-size:100%;font-family:tahoma;"></span><span style="font-size:100%;">Jangan engkau berharapkan balasan atas amal, padahal engkau tidak melakukan apa-apa. Cukuplah kiranya jika Allah memberikan kepadamu sebagai karunia, jika Dia menerima amalmu itu.”<strong>Oleh karena yang membalas atas perbuatan hamba yang baik atau yang buruk, maka sepatutnya manusia tidak meminta pahala dari Allah, kalau ia sendiri tidak berbuat amal yang akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya yang berwujud pahala.</strong><strong>Pahala itu lahir dari amal, orang yang tidak beramal tidak mungkin mendapat pahala. Lain halnya seorang apanila seorang hamba mendapat anugerah dari Allah, maka bagaimanapun ia akan dikaruniai ganjaran dariNya. Karena karunia Allah itu tak seorang pun yang mengetahui, dan diberikan untuk orang yang dikehendaki oleh Allah SWT.</strong><strong>Syaikh Ahmad Ataillah menerangkan hal ini: </strong><strong>“Apabila Allah SWT hendak memberikan karuniaNya kepadamu, Dia akan membuat amal itu menjadi amalmu.”<span id="more-60"></span></strong></span></p>
<p></a><span style="font-size:100%;">Karunia Allah yang besar yang diberikan kepada seorang hamba, dengan menampakkan karunianya itu berwujud makin bertambahnya ketaatan sihamba kepada Allah. Allah pun berkata kepadamu, “Wahai hambaKu, engkau mematuhi dan takwa kepadaKu, maka sekarang Aku akan menganugerahkan pahala untukmu.” Ketika si hamba menyaksikan pemberian Allah yang Maha Mulia itu kepadanya, ia merasa malu, karena karunia Allah itu melebihi apa yang sudah dikerjakannya.</span><span style="font-size:100%;font-family:tahoma;"></span><span style="font-size:100%;">Sahal bin Abdullah berkata, “Apabila seorang hamba berbuat kebaikan,” lalu ia berkata: “Engkau jua ya Allah yang memberi karunia, taufiq, dan kemudahan kepadaku,” maka Allah SWT pun memuji si hamba dengan firmanNya, “Wahai hambaKu, engkau telah berbuat taat dan mendekat kepadaKu.” Akan tetapi apabila si hamba tersebut merasa dirinya telah beramal, bukan karena taufiq dari Allah, maka Allah SWT berpaling darinya, seraya berfirman: “Aku (Allah), yang telah memberi engkau taufiq dan memberi kesempatan beramal kepadamu.”</span><span style="font-size:100%;font-family:tahoma;"></span><span style="font-size:100%;">Apabila seorang hamba berbuat kejahatan, dia mengatakan, “Engkau ya Allah yang menetapkan, menghukum dan memutuskan.”</span><span style="font-size:100%;font-family:tahoma;"></span><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Allah pun mengingatkan si hamba, “Wahai hambaKu, engkaulah yang bodoh, yang mudah tergelincir kepada kemaksiatan.” Si hamba yang berdosa berucap kepada Allah, “Ya Allah, aku telah menganiaya diriku. Allah menjawab, “Wahai hambaKu, Aku lah yang menetapkan hukum, menutupi kesalahan hamba, dan juga yang mengampuni dosa-dosa manusia.”</span><span style="font-size:100%;font-family:tahoma;"></span><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">Manusia dan semua hamba Allah yang beriman dan kufur berada dalam kekuasaan Allah. Hanya Allah jua yang akan melindungi hambaNya atau menghancurkan si hamba. Di samping itu rahmat Allah meliputi semesta alam. Dia Maha Pengasih, Adil dan Maha Bijaksana.[*]</span><span style="font-weight:bold;font-size:100%;"> </span><span style="font-weight:bold;font-size:100%;"><strong>die</strong> *Mutu Manikan dari Kitab Al Hikam*<br />
Syeikh Ahmad Ataillah</p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=60&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/jangan-meminta-amal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/images.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/kisah-azlina-saat-dua-jam-mati-suri-di-mmc-melaka/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/kisah-azlina-saat-dua-jam-mati-suri-di-mmc-melaka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 10:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/kisah-azlina-saat-dua-jam-mati-suri-di-mmc-melaka/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Islami 23 September 2006 &#8211; 08:48 Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka     Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=62&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg"><br />
<img border="0" src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg?w=500&#038;h=85" height="85" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 0 0;" /></a><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg"><strong><span style="font-size:9pt;color:#999999;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:#999999;font-family:Verdana;"></span>Artikel Islami</strong></p>
<p><font color="#168b95"><span>23 September 2006</span><span class="quranlatin1"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> &#8211; </span><span class="quranlatin1"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">08:48</span></font></p>
<p><font color="#168b95"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></font></p>
<p><font color="#168b95"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></font></p>
<p><font color="#168b95"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span><span class="quranlatin1"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></font><strong><span style="font-size:9pt;color:#2e58b0;font-family:Verdana;">Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka    </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;color:#2e58b0;font-family:Verdana;"></span></strong><em><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat</span></em></p>
<p><em><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span></em><span>Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia. </span></p>
<p><span><span id="more-62"></span></span></p>
<p><span></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. </span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Tepat pukul 02.00 waktu </span><br />
<span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Malaysia</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Bertemu Sang Ayah</span></strong><span><br />
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. &#8220;Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,&#8221;tuturnya. </span></p>
<p><span>Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. &#8220;Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah,&#8221; ucapnya. </span></p>
<p><span></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span>Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. </span></p>
<p><span>Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.<br />
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. &#8220;Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia,&#8221; kata wanita tersebut.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang. </span><span>Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.</span></p>
<p><span><br />
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain. </span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain. </span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah &#8216;perjalanan ghaib&#8217; yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"></span><span>Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi &#8216;Husnul Khotimah&#8217;. </span></p>
<p><span>Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka&#8217;bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka&#8217;bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.<br />
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang. </span></p>
<p><span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Nabi Muhammad</span></strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di </span><br />
<span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya &#8216;Husnul Hotimah&#8217; yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. </span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">&#8220;Raut muka seperti orang </span><br />
<span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Asia</span><span> (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. </span></p>
<p><span>Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad,&#8221; katanya.Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. &#8220;Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.<br />
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?&#8221; Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. </span></p>
<p><span></span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. &#8220;Jarak Aslina dengan mereka hanya </span><br />
<span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">lima</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"> meter, namun tak bisa memberikan pertolongan,&#8221; ujarnya.</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. </span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kemudian membaca </span><br />
<span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">surat</span><span> Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). </span></p>
<p><span>Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut. Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.<br />
&#8220;Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.<br />
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.<br />
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku.&#8221;</span></p>
<p><span></span><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kejadian Aneh</span></strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV. </span><span>Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. </span></p>
<p><span>Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. </span></p>
<p><span>Mengenai amalannya, &#8220;Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari,&#8221; kata sang paman menutup kisah tersebut. ***&#8212;&#8212;-</span></p>
<p><span><br />
Adi Sutrisno,<br />
Wartawan Riau Mandiri</span><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Berita terkait bisa dilihat di <a target="_blank" href="http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/">http://riaupos.co.id/web/content/view/3661/21/</a></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=62&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/10/04/kisah-azlina-saat-dua-jam-mati-suri-di-mmc-melaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Allah SWT Merahasiakan Mati?</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/08/11/kenapa-allah-swt-merahasiakan-mati/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/08/11/kenapa-allah-swt-merahasiakan-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2006 03:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://putr4.wordpress.com/2006/08/11/kenapa-allah-swt-merahasiakan-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seperti dinukil oleh Syekh Abdurahman Al-Sinjari, dalam Al-Buka min Khasyatillah, Nabi Ya’qub berdialog dengan Malaikat pencabut nyawa.“Aku ingin sesuatu yang harus engkau penuhi sebagai tanda persudaraan kita,” pinta Nabi Ya’kub. “Apakah itu.” tanya malaikat maut. “Jika ajalku telah dekat, beritahulah aku.” Malaikat itu menjawab, “Baik, aku akan memenuhinya. Aku akan mengirimkan tidak hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=52&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/jnzh.thumbnail.jpg"><br />
<img border="0" src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/jnzh.thumbnail.jpg?w=500&#038;h=85" height="85" style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 0 0;" /></a><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg"><span style="font-size:9pt;color:#999999;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;color:#999999;font-family:Verdana;"><br />
Suatu hari seperti dinukil oleh Syekh Abdurahman Al-Sinjari, dalam Al-Buka min Khasyatillah, Nabi Ya’qub berdialog dengan Malaikat pencabut nyawa.</span></a><a href="http://putr4.files.wordpress.com/2006/10/3.thumbnail.jpg"><strong><span style="font-size:9pt;color:#999999;font-family:Verdana;">“Aku ingin sesuatu yang harus engkau penuhi sebagai tanda persudaraan kita,” pinta Nabi Ya’kub.<br />
“Apakah itu.” tanya malaikat maut.<span id="more-52"></span><br />
“Jika ajalku telah dekat, beritahulah aku.”<br />
Malaikat itu menjawab, “Baik, aku akan memenuhinya. Aku akan mengirimkan tidak hanya satu utusan, tapi dua atau tiga utusan.” Setelah itu keduanya berpisah. Hingga setelah lama malaikat itu datang kembali.<br />
“Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?” tanya Nabi Ya’qub.<br />
“Aku datang untuk mencabut nyawamu.” jawab malaikat.<br />
“Lalu mana ketiga utusanmu?” tanya Nabi Ya’qub lagi.<br />
“Sudah kukirim. Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan membungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya’qub itulah utusanku untuk setiap anak Adam.”</p>
<p>Tetapi, kematian itu tidak hanya akan menimpa kepada orang-orang yang sudah lanjut usia (tua) saja, tapi semua orang baik itu bayi yang baru lahir atau belum lahir, anak-anak, remaja, dewasa samapai orang tua yang sudah jompo sekali. Pokoknya, setiap yang berjiwa baik itu manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya akan merasakan mati, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT yang artinya,</p>
<p><strong>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati&#8230;”</strong> (QS. Ali Imaran (3): 185)</p>
<p>Malahan di lain ayat-Nya Allah SWT menerangkan bahwa kematian itu terjadi atas izin Allah SWT sebagai sebuah ketetapan yang telah ditentukan waktunya, sebagaimana firman-Nya,</p>
<p><strong>“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya&#8230;”</strong> (QS. Ali Imran (3): 145)</p>
<p>Maka, oleh karena itu, dimanapun kita, sedang apa pun kita, kalau Allah SWT sudah menetapkan ketentuan-Nya, bahwa saat ini, menit ini, jam ini, dan hari ini kita di takdirkan mati, maka matilah kita. Allah SWT berfirman,</p>
<p><strong>“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh&#8230;”</strong> (QS. An-Nisa (4): 78)</p>
<p>Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi dan akan menimapa kepada setiap yang berjiwa. Yang jadi masalah adalah tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan menimpa. Malahan Rasulullah SAW sendiri pun tidak diberitahu oleh Allah SWT. Sehingga timbul pertanyaan didiri kita masing-masing, kenapa Allah SWT merahasiakan masalah kematian ini?</p>
<p><strong>Ada beberapa alasan yang bisa kita ambil dari dirahasiakannya kematian itu: </strong></p>
<p>1. AGAR KITA TIDAK CINTA DUNIA<br />
DR. Aidh Al-Qarni dalam sebuah bukunya Cambuk Hati berkata bahwa, <strong>“Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah Anda menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan”.</strong></p>
<p>Al-Ghazali dalam bukunya Mutiara Ihya Ulumuddin menukil beberapa hadits mengenai masalah dunia dianataranya adalah:</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, <strong>“Dunia itu penjara bagi orang Mukmin dan surga bagi orang kafir”.</strong></p>
<p>Dan sabdanya pula, <strong>“Dunia itu terkutuk. Terkutuklah apa yang ada di dalamnya kecuali yang ditujukan kepada Allah.”</strong></p>
<p>Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa Raulullah SAW bersabda, <strong>“Barangsiapa mencintai dunianya, niscaya ia akan membahayakan akhiratnya. Dan barangsiapa mencintai akhiratnya, niscaya ia akan membahayakan dunianya. Maka utamakanlah apa yang kekal daripada apa yang binasa.” </strong></p>
<p>Intinya adalah agar kita tidak cinta pada sesuatu yang pasti tiada. Jangan sampai ada makhluk, benda, harta, jabatan yang menjadi penghalang kita dari Allah SWT.</p>
<p>2. AGAR KITA TIDAK MENUNDA AMAL<br />
Kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, semua dirahasiakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita jangan sampai menunda-nunda ibadah, dan semua amal perbuatan baik yang akan kita lakukan, tobat yang kita lakukan, maaf yang kita ucapkan.</p>
<p>Syekh Ahmad Atailah dalam bukunya Mutu Manikan dari Kitab Al-Hikam mengatakan bahwa,</p>
<p><strong>“Penundaanmu untuk beramal karena menanti waktu senggang, adalah timbul dari hati yang bodoh.”</strong></p>
<p>Dan Syekh Ahmad Atailah juga memberikan tipsnya untuk mengatur waktu dalam kehidupan duniawi yang mana perlu diperhatikan hal-hal beriut:<br />
1&#8211;Utamakan kehidupan akhirat, dan jadikan hidup didunia sebagai jembatan menuju akhirat, dan jangan menunda waktu beramal.<br />
2&#8211;Berpaculah dengan waktu, karena apabila salah menggunakan waktu, maka waktu itu akan memenggal kita. Artinya terputus seseorang dengan waktu terputus pula amal selanjutnya.<br />
3&#8211;Mengejar dunia tidak akan ada habisnya, lepas satu datang pula lainnya. Amal yang tertunda karena habisnya waktu, akan melemahkan semangat untuk menjalankan ibadah. Akibatnya hilang pula wujud kita sebagai hamba Allah yang wajib beribadah.<br />
4&#8211;Pergiatlah waktu beramal sebelum tibanya waktu ajal.<br />
5&#8211;Perketat waktu ibadah sebelum datang waktu berserah.<br />
6&#8211;Jangan menunda amal bakti sebelum datang waktu mati.<br />
7&#8211;Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak menyesal.</p>
<p>3. AGAR MENCEGAH MAKSIAT<br />
Ibnu Bathal berkata:<strong> “Jihadnya seseorang atas dirinya adalah jihad yang lebih sempurna”.</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman, <strong>“Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya” </strong>(QS. An-Nazi’at (79): 40).</p>
<p>Jihad seseorang atas dirinya sendiri dapat berupa mencegah diri dari maksiat, mencegah diri dari apa yang syubhat dan mencegah diri dari memperbanyak syahwat (kesenangan) yang diperbolehkan karena ingin menikmatinya kelak diakhirat.</p>
<p>Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedang keengganan meninggalkannya adalah pengingkaran. Maka, untuk menghindari maksiat, tidak lain dengan menemukan jalan keluarnya, dan satu-satunya jalan keluar adalah ketaatan dan menempatkan diri pada pergaulan yang dapat terhindar dari panggilan dan godaan hawa nafsu itu sendiri.</p>
<p>4. AGAR MENJADI ORANG YANG CERDAS<br />
Rasulullah SAW bersabda: <strong>“Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.”</strong></p>
<p>Oleh karena itu, jadilah menjdi orang yang cerdas. Karena hanya orang yang cerdaslah yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Mereka tahu bagaimana merubah yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal.</p>
<p>Misalnya, bagaimana caranya gaji yang fana ini bisa berubah menjadi kekal? Maka caranya adalah dengan mengeluarkan sebagian atau semuanya kalau memungkinkan dari gaji itu untuk tabungan akhiratnya. Dan ini merupakan investasi kita untuk masa depan kita juga.</p>
<p>Sahabat-sahabat sekalian, kematian adalah sesuatu hal yang misterius yang hanya Allah saja yang tahu. Tinggal bagaimana diri kita dalam mempersiapkan diri ini untuk menghadapi kematian yang akan mendatangi kita.</p>
<p><strong>”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. </strong>(QS. Ali Imran (3): 102)</p>
<p>Wallahu A‘lam<br />
<strong>edie@jkmhal.com</strong></p>
<p></span></strong></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=52&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/08/11/kenapa-allah-swt-merahasiakan-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/jnzh.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bidadari Surga, Ainul Mardiyah</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/08/10/bidadari-surga-ainul-mardiyah/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/08/10/bidadari-surga-ainul-mardiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2006 14:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://putr4.wordpress.com/2006/08/10/bidadari-surga-ainul-mardiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi&#8217;i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut : &#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=38&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/bnga.jpg?w=500&#038;h=59" alt="bnga.jpg" height="59" />Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi&#8217;i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka&#8221;<span id="more-38"></span></p></blockquote>
<p>Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:&#8221;Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu&#8217;min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?&#8221; &#8220;Ya, benar, anak muda&#8221; kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:&#8221;Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.&#8221;</p>
<p>Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.</p>
<p>Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:&#8221;Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .&#8221; Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: &#8220;Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: &#8220;Pergilah kepada Ainul Mardiyah.&#8221; Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: &#8220;Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .&#8221;</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221; kataku bersalam kepada mereka. &#8220;Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?&#8221; Mereka menjawab salamku dan berkata: &#8220;Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu&#8221; Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.</p>
<p>Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: &#8220;Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . &#8230;&#8221;</p>
<p>Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: &#8220;Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.&#8221; Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: &#8220;Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama&#8221;.</p>
<p>Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=38&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/08/10/bidadari-surga-ainul-mardiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/bnga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bnga.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Sayang Dari ALLAH SWT</title>
		<link>http://putr4.wordpress.com/2006/04/28/surat-sayang-dari-allah-swt/</link>
		<comments>http://putr4.wordpress.com/2006/04/28/surat-sayang-dari-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2006 02:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://putr4.wordpress.com/2006/04/28/surat-sayang-dari-allah-swt/</guid>
		<description><![CDATA[Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin &#8230;&#8230; Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja &#8230;&#8230;. AKU kembali menanti saat engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=37&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/alloh.jpg?w=500&#038;h=96" alt="alloh.jpg" height="96" />Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan<br />
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun<br />
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur<br />
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin &#8230;&#8230;</p>
<p>Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan<br />
diri untuk pergi bekerja &#8230;&#8230;.<br />
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU<br />
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk &#8230;&#8230;&#8230;<span id="more-37"></span></p>
<p>Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama<br />
lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU<br />
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir<br />
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari<br />
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.</p>
<p>AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU<br />
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua<br />
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.</p>
<p>Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang<br />
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk<br />
berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak<br />
menundukkan kepalamu.<br />
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan<br />
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut<br />
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU<br />
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya &#8230;&#8230;.<br />
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan<br />
berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang<br />
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.</p>
<p>Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,<br />
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,<br />
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg<br />
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat<br />
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.<br />
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,<br />
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa<br />
sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.</p>
<p>AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.<br />
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar<br />
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap<br />
hari AKU menantikan sepatah kata, do&#8217;a, pikiran atau syukur dari hatimu.</p>
<p>Keesokan harinya &#8230;&#8230; engkau bangun kembali dan<br />
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari<br />
ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU<br />
&#8230;&#8230;..Tapi yang KU tunggu &#8230;&#8230;.. tak kunjung tiba &#8230;&#8230; tak juga kau menyapaKU.</p>
<p>Subuh &#8230;&#8230;.. Dzuhur &#8230;&#8230;. Ashyar &#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Magrib &#8230;&#8230;&#8230; Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU &#8230;..<br />
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do&#8217;a, dan tak<br />
ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU &#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Apa salahKU padamu &#8230;&#8230; wahai UmmatKU?????<br />
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,<br />
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang<br />
KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat<br />
kepadaKU &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!!!</p>
<p>Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap<br />
berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon<br />
perlindungan KU, bersujud menghadap KU &#8230;&#8230; Yang<br />
selalu menyertaimu setiap saat &#8230;&#8230;..</p>
<p>Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk<br />
mengirimkan surat ini kepada orang2<br />
yang kita sayangi???<br />
Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun<br />
yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/putr4.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/putr4.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putr4.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putr4.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putr4.wordpress.com&amp;blog=188547&amp;post=37&amp;subd=putr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putr4.wordpress.com/2006/04/28/surat-sayang-dari-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1776e69a50f1ef5aeeb55a669adbfa7e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putr4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putr4.files.wordpress.com/2006/08/alloh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alloh.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
