jump to navigation

Sajak

rise051.jpg 

Taubat
Sajak M. Imam Ghozali

Duh Gusti Pangeran Penguasaku
Maafkan hamba yang berhati hitam
Yang kadang terlupa dan sering sengaja
Mengaburkan nurani tuk menikmati dunia

Duh Pencipta segala rupa dan semesta
Jangan buat ini takdir abadi
Yang membuatku tak lagi mengenali-Mu
Hingga aku tak bisa memilih surga dan neraka

Duh Sesembahan abdi Maha Dewa
Terangkan mata ini dari kegelapan
Pisahkan jiwa dari keangkaraan murka
Bangkitkkan lagi birahi suci untuk memuja

Duh Sang Pengasih tiada kenal pilih kasih
Anugerahkan sedikit ketakutan
Karena aku terlalu berani untuk lupa
Bahwa alam-Mu bukan hanya dunia

Duh Raja Diraja Maha Perkasa
Hilangkan segala ragu dalam akal matiku
Penuh kebimbangan dan berselimut tanya
Adakah kebenaran dirimu berada

Duh lelabuhan akhir segenap asa
Mundurkan sejenak saat maut untukku
Sempatkan aku tahu apa yang Jibril bawa
Mungkin hati kecilku akan mampu terjaga 

 

Keagungan Mu
Sajak HDS

Alam selau senandungkan syukur hanya kepada Mu
Gunung, laut, bumi, dan semua tunduk kepada MU
Slalu mengharap ridho dari Mu
Rindu akan kasih tulus MU

Namun…..walau kuasa Mu sering hadir
Sering ada di dalam ketakutan hamba Mu yang jauh,
Masih ada sebuah keangkuhan dalam hati manusia
tuk inkar akan besarnya keagungan Mu

Wahai penguasa keagungan…
Pemilik kekuasaan…
Jadikan hamba ini berjiwa alam…
Hingga hamba hanya tunduk kepada Mu…..

Wahai Raja dari segala raja….
Pemilik hati dari seluruh mahluk
Tetapkan hati hamba selalu dalam takut kepada Mu
Hingga hamba lupa akan sebuah kesombongan

Wahai sesembahan agung…
Ridhai hamba tuk selalu sujud kepada Mu
Menangis dalam takut kepada Mu
hingga hamba mampu melihat Mu

Wahai penguasa tahta segala tahta
Jadikan hati hamba seperti hati hamba pilihan Mu
Tetapkan jiwa hamba selayak jiwa alam Mu
Namu jangan hilangkan setitik syukur akan cipta Mu dari hati ku

 

Terkutuklah Aku
Sajak M. Imam Ghozali

Terkutuklah aku mencintaimu
Karna aku bukanlah yang terpilih
Sedang aku menghinakan diri padamu

Malaikat pun tak mampu menulis Dalam garis takdir yang ada
Karna ia akan dicambuk bila mendustai tuannya

Engkau seperti bintang di langit
Aku selalu melemparimu untuk jatuh
Tapi batu itu kembali memukulku

Aku menangis kau hanya membisu
Kau tertawa aku terpaksa mendengar
Benar-benar terkutuk aku!

kalau tak mau bercinta denganku
Tak perlu kau meludah sampai aku tenggelam
Bunuh saja aku!

Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah kepuasan
Sedang aku selalu lemah di depanmu Andai saja ada dunia
Dimanapun…
Dan dirimu tiada…   

 

Komentar»

No comments yet — be the first.